Shahih Muslim - Hadith 1


Dari Yahya bin Ya'mar r.a katanya, 

Orang yang mula-mula bicara di Bahsrah menentang adanya 'Qadar' ialah Ma'abad Al Juhani. Maka suatu ketika, aku dan Humaid bin Abdurrahman Al Hamairi sama-sama menunaikan haji atau umrah. Kami bersepakat jika menemukan salah seorang sahabat Rasulullah saw, kami akan menanyakan mereka masalah 'qadar' itu. Kami bertemu Abdullah bin Umar bin Khattab di dalam masjid dan mendekati kiri dan kanan beliau. Dalam masa itu, aku telah menduga bahawa sahabatku Humaid akan menyerahkan pembicaraan kepadaku. 

Kataku pada Abu Abdurrahman, "Telah muncul dihadapan kita para pembaca Al Quran dan para ilmuan. Mereka mendakwa bahawa 'Qadar' itu tidak ada. Segala sesuatu terjadi menurut kudratnya tanpa didahului oleh 'Qadar' dan Ilmu Allah."

Jawab Abdullah bin Umar, "Apabila engkau bertemu mereka, katakan bahawa aku tidak sependapat dengan mereka. Demi Allah! Kalaulah mereka mempunyai sebungkal emas, kemudian emas itu dinafkahkan, maka Allah swt tidak akan menerima nafkah mereka itu sehingga mereka beriman pada 'Qadar'. Ayahku Umar bin Khattab menceritakan kepadaku berikut :

Pada suatu hari ketika kami berada di sisi Rasulullah saw, muncul dihadapan kami seorang lelaki yang berpakaian sangat putih dan berambut sangat hitam. Tidak terlihatpun padanya kesan perjalanan dan kami juga tiada yang mengenalinya. Dia terus duduk dengan Rasulullah saw, menyandarkan lututnya pada lutut baginda dan meletakkan kedua tangannya pada peha baginda saw lalu berkata, " Ya Muhammad, terangkan padaku tentang Islam."

Jawab Nabi saw, "Islam ialah mengakui tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan solat, membayar zakat, puasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah jika engkau sanggup melaksanakannya."

"Engkau benar!" kata orang itu. Kata ayahku, "Kami hairan dengan orang itu, dia yang bertanya tapi dia pula yang membenarkannya." Kemudian orang itu bertanya pula, " Terangkanlah kepadaku tentang iman."

Jawab Nabi saw, "Iman ialah beriman dengan Allah, iman dengan para malaikatNya, iman dengan kitab-kitabNya, iman dengan para rasulNya, iman dengan Qadar baik mahupun buruk."

Kata orang itu, "Engkau benar!" Kemudian dia berkata, "Terangkanlah padaku tengtang Ihsan!"

Jawab Nabi saw, "Ihsan ialah, menyembah Allah seolah-olah engkau melihatNya. Sekalipun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu." 

Katanya pula, "Terangkanlah kepadaku tentang kiamat!" Jawab Nabi saw, "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari orang yang bertanya." 

Katanya lagi, "Terangkanlah padaku tanda-tandanya!" Jawab Nabi saw, "Apabila hamba sahaya perempuan telah melahirkan majikannya, dan apabila orang-orang dusun yang melarat telah bermewah-mewah di gedung-gedung nan indah."

Kata ayahku, "Kemudian orang itu berlalu. Tetapi tidak berapa lama antaranya, Rasulullah saw bertanya kepadaku, "Tahukah engkau, siapakah gerangan yang bertanya itu?" Jawabku, "Allah dan RasulNya lah yang lebih tahu." Sabda Rasulullah saw, "Dia adalah Jibrail. Dia datang kepadamu mengajarkan agamamu.""


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...